Doa Niat Mandi Wajib Setelah Jimak, Hiad, Nifas, Mimpi Basah

Konten []
    Runimas.com - doa niat mandi wajib setelah jimak, haid, nifas, mimpi basah. Ada dua cara menyucikan diri, yang pertama adalah berwudhu untuk membersihkan hadats kecil dan mandi wajib (junub) untuk membersihkan hadats besar.

    Doa Niat Mandi Wajib Setelah Jimak, Hiad, Nifas, Mimpi Basah

    Seorang muslim yang sudah dewasa (baligh) dan mengalami salah satu diantara hal-hal yang membuat wajib untuk junub diharamkan sholat kecuali telah menunaikan tugasnya untuk mandi wajib dan apabila melewatkan sholat wajib karena belum bersuci, maka ia harus mengulanginya di waktu lain.

    Keempat hal yang membuat seorang muslim wajib mandi junub antara lain jimak (bagi laki-laki dan perempuan), haid atau nifas (bagi perempuan) dan mimpi basah (bagi laki-laki). Mandi junub dilakukan satu kali dan bisa dikerjakan kapan saja.

    Di sini kita akan membahas bagaimana cara mandi wajib beserta niat dan bacaan doanya yang benar sesuai sunnah berdasar hadits shahih. Namun sebelum itu, kita akan membahas terlebih dahulu penjelasan mandi wajib.

    Pengertian Mandi Wajib

    Mandi wajib adalah mandi (membersihkan sekujur tubuh) dari ujung kepala hingga ujung kaki yang wajib atau harus dilakukan oleh seorang muslim apabila tubuhnya terkena atau tertempel kotoran yang berasal dari dalam dirinya sendiri.

    Junub atau mandi wajib hukumnya fardhu ‘ain, harus dikerjakan dan tidak boleh ditinggalkan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa mandi wajib harus dilakukan apabila seseorang melakukan salah satu diantara 4 hal berikut ini.

    1. Jimak

    Jimak disebut juga dengan berhubungan badan, hubungan intim, bersenggama, bergaul atau berhubungan suami istri. Yakni dilakukan oleh seorang perempuan dan laki-laki yang telah dewasa dan sah menjadi suami istri.

    Dua pasangan yang telah berjimak harus mandi wajib terlebih dahulu sebelum menunaikan sholat wajib ataupun puasa wajib seperti puasa ramadhan. Dalam keadaan tidak suci, pahala seorang yang beribadah tidaklah sah di mata Allah SWT.

    2. Haid

    Perempuan yang dewasa memiliki kodrat yang terjadi secara rutin setiap bulan, yakni haid, datang bulan atau menstruasi. Haid adalah peristiwa pecahnya sel telur karena tidak dibuahi oleh sperma sehingga menyebabkan ada darah keluar dari rahim.

    Darah yang keluar tersebut menyebabkan nyeri yang begitu besar mulai dari bagian perut dan dalam Islam, darah haid adalah najis besar yang harus dibersihkan dengan mandi wajib. Seorang wanita bahkan memiliki siklus menstruasi selama beberapa hari dalam satu bulan.

    3. Nifas

    Nifas sama seperti haid, yakni darah yang keluar dari bagian rahim. Bedanya, nifas terjadi kepada wanita pada proses persalinan atau kelahiran bayi. Darah nifas keluar bersamaan dengan bayi yang lahir dan biasanya hanya berlangsung satu hari.

    4. Mimpi Basah

    Mimpi basah biasanya merupakan peristiwa yang menandai seorang laki-laki telah berubah menjadi baligh. Remaja setelah mengalami mimpi basah (keluar air mani saat sedang tertidur) sudah mulai wajib menjalankan ibadah sholat dan puasa fardhu.

    Doa Niat Mandi Wajib

    niat mandi wajib

    Mandi wajib sedikit berbeda dengan mandi pada umumnya, ada tata cara khusus yang perlu dilakukan seseorang apabila ingin mandi wajib. Dan tentu untuk mengawalinya, seseorang harus membaca niat terlebih dahulu.

    Niat mandi wajib dibaca pada saat telah memasuki kamar mandi, membaca niat mandi wajib hukumnya wajib sebagai tanda isyarat bahwa mandi yang kita lakukan merupakan ibadah untuk membersihkan seluruh anggota badan dari kotoran.

    Berikut adalah lafadz bacaan niat mandi wajib sesuai sunnah berdasar hadits shahih yang benar dalam bahasa Arab, latin dan artinya atau terjemahan bahasa Indonesia.

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta’aalaa.

    Artinya :
    "Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Taala."

    Tata cara melaksanakan mandi wajib setelah niat adalah membasuh kedua tangan seperti pada gerakan wudhu, kemudian setelah itu membersihkan (cebok) bagian kemaluan sebanyak tiga kali secara menyeluruh hingga benar-benar bersih.

    Setelah membersihkan kemaluan,  diteruskan dengan berwudhu sambil membaca doa wudhu membasuh anggota tubuh. Kemudian setelah berwudhu barulah kita mandi seperti biasa dimulai dengan bagian tubuh yang kanan terlebih dahulu.

    Kesimpulan

    Itulah penjelasan mengenai niat mandi wajib atau junub. Niat mandi wajib setelah berhubungan, haid menurut islam, keluar air mani, selepas haid, niat mandi junub bagi wanita setelah berhubungan, rumi, penyebab, rukun, waktu, tata cara, doa jima, dsb.

    Baca :
    Show comments
    Hide comments