Niat Sejarah Keutamaan Sholat Sunnah Wudhu

Konten []
    Runimas.com - Niat sejarah keutamaan sholat sunnah wudhu. Wudhu adalah kegiatan membasuh seluruh anggota badan dengan air bersih yang suci sehingga seluruh badan atau tubuh kita terbebas dari hadats kecil.

    sholat wudhu

    Wudhu juga bisa diganti dengan tayamum, yakni mengganti wudhu apabila tidak ada air jernih dalam kurun radius wilayah tertentu dan menggantinya dengan debu. Namun tidak sembarang debu boleh digunakan, melainkan yang suci.

    Dalam berwudhu kita harus membaca doa wudhu mulai dari doa sebelum atau niat, doa ketika gerakan membasuh anggota tubuh dan doa sesudah selesai berwudhu. Orang berwudhu untuk menyucikan diri, biasanya dilakukan sebelum sholat fardhu atau sunnah.

    Jika mengerjakannya di dalam masjid, maka ada satu amalan tambahan yang bisa dikerjakan sebelum sholat wajib, yakni sholat sunnah wudhu. Sala satu jenis sholat sunnah ini memiliki manfaat dan keistimewaan luar biasa.

    Maka dari itu Rasulullah SAW sangat menganjurkan setiap umatnya untuk mengerjakan sholat ini apabila sempat. Dan sebaiknya dikerjakan jauh-jauh waktu sebelum adzan sholat, misalnya 15 atau 30 menit sebelum masuk waktu sholat.

    Pada kesempatan yang baik ini kita akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan sholat sunnah wudu, diantaranya adalah bacaan niat, tata cara mengerjakan, sejarah atau asal usul dan keutamaan serta manfaat yang diperoleh apabila menunaikan shalat wudhu.

    Bacaan Doa Niat Sholat Sunnah Wudhu

    niat sholat wudhu

    Sholat wudhu bukanlah sholat wajib maka bacalah niat untuk melaksanakan sholat sunnah, bukan sholat fardhu lima waktu. Sholat wudhu jumlah rakaatnya ada dua saja, sama seperti sholat sunnah pada umumnya.

    Jadi, bacalah lafadz niat sholat sunnah wudhu untuk dua rakaat. Berikut adalah teks tulisan doa niat sholat wudhu dalam bahasa Arab, tulisan latin dan artinya atau terjemahan Indonesia secara lengkap sesuai sunnah dalam hadits shahih.

    اُصَلِّى سُنَّةً الْوُضُوءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Ushollii sunnatal wudhuu’i rok’ataini lillaahi ta’aalaa.

    Artinya :
    "Aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah Ta’ala."

    Sholat sunnah wudhu boleh dikerjakan sambil untuk menunggu waktunya sholat wajib berjamaah. Namun apabila waktunya terlalu mepet, sebaiknya urungkan melakukan sholat ini dan laksanakan saja sholat tahiyatul masjid.

    Namun apabila memiliki waktu yang cukup panjang, maka kedua sholat tersebut apabila dikerjakan dalam satu waktu akan menjadi perpaduan kombinasi amal ibadah yang memberikan faedah dan fadhilah yang luar biasa banyak.

    Tata Cara Mengerjakan Sholat Sunnah Wudhu

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa sholat fardhu dikerjakan sebanyak 2 rakaat dengan satu kali salam. Surat Al-quran yang dibaca adalah suratan pendek dan bisa juga surat yang lebih panjang namun yang lebih penting adalah melakukan sholat ini harus dengan khusyu'.

    Cara menunaikan sholat wudhu secara khusyu adalah dengan tidak banyak memikirkan hal-hal duniawi ketika membaca niat, kemudian saat membaca setiap doa pada gerakan sholat haruslah diucapkan dengan tenang dan fokus di dalam hati.

    Sholat wudhu tidak dikerjakan berjamaah, hanya dilaksakan secara mandiri, sendiri-sendiri atau munfarid, secara garis besar cara mengerjakannya sama seperti shoat sunnah dua rakaat lainnya semacam sholat tahajud atau sholat istisqo.

    Berikut adalah langkah-langkah atau cara melakukan sholat sunnah wudhu mulai dari membaca doa niat hingga mengucapkan dua kalimat salam pada akhir sholat dengan menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri.
    • Pertama adalah membaca doa niat sholat wudhu seperti yang sudah dituliskan sebelumnya.
    • Kemudian membaca doa takbiratul ikhram dan doa iftitah.
    • Lalu membaca surat Al-fatihah dan suratan pendek dalam Al-quran.
    • Kemudian melakukan ruku' dan membaca doa sebanyak tiga kali.
    • Melaksanakan i'tidal sambil melafadzkan doa sebanyak 3 kali.
    • Lalu menjalankan sujud dua kali dan ditengahi oleh iftirasy (duduk di antara dua sujud) sambil membaca doa.
    • Setelah itu, pada rakaat kedua atau terkahir, bacalah doa tasyahud awal dan akhir.
    • Terakhir adalah mengucapkan dua kalimat salam dengan menengokkan kepala ke kanan terlebih dahulu kemudian ke kiri.

    Sejarah Asal Usul Sholat Sunnah Wudhu

    Tidak ada dalil atu hadits yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengerjakan sholat wudhu, namun bukan berarti ini adalah bid'ah. Perlu dipahami bahwa bid'ah adalah perkara baru dalam agama Islam yang muncul setelah Nabi wafat.

    Lalu, bagaimana asal usul sholat sunnah wudhu, kenapa Rasulullah SAW menganjurkannya dan bagaimana sejarah terciptanya sehingga sholat sunnah wudhu dikenal oleh banyak dan hampir seluruh umat Islam di dunia?

    Jadi, awalnya dimulai dari Bilal R.A. yang mengerjakan sholat sunnah dua rakaat, kemudian Nabi bertanya kepada Bilal, ibadah apa yang membuatnya dapat memberi banyak harapan. Lalu Bilal, sahabat Nabi menjawab.

    Bahwasannya sholat sunnah setelah wudhu adalah salah satu ibadah yang dia sukai. Maka dari itu, sudah jelas bahwa pencipta atau orang yang pertama kali melaksanakan sholat wudhu adalah Bilal Radhiallahu Anhu.

    Maka sudah bisa dipastikan mengenai anjuran Banginda Rasul sebelumnya, bahwa sholat ini memiliki banyak sekali manfaat dan keutamaan yang membuat banyak umat Islam berbondong-bondong ingin menunaikannya.

    Keutamaan dan Manfaat Sholat Sunnah Wudhu

    Sholat yang bisa dikerjakan kapan saja, asalkan setelah berwudhu ini memiliki banyak sekali hikmah dan faedah bagi yang menjalaninya secara rutin dan istiqamah. Nabi Muhammad pun menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sholat sunnah yang mulia ini.

    Karena keistimewaannya sangat banyak, maka akan sangat sayang apabila kita melewatkan kesempatan untuk menunaikan sholat yang hanya terdiri dari dua rakaat ini. Intinya, selagi ada kesempatan beribadah, laksanakanlah.

    Berikut adalah beberapa keutamaan dan manfaat sholat yang mulai dari niat sholat sunnah wudhu hingga mengucap salam serta setiap gerakan sholat disertai doa.
    Bagi yang mengerjakannya secara rutin, Allah SWT akan memberinya tempat yang agung di surga.
    • Allah SWT menyukai orang-orang yang menyucikan diri dari hadats dan najis dengan cara berwudhu.
    • Sebagai salah satu sarana untuk memperbanyak dan menambah amal ibadah supaya timbangan kebaikan di akhirat lebih berat dibanding amal keburukan.
    • Mendapat pahala yang sangat banyak dari Allah sWT.